Finally, we tied the knot!

Hi, sorry for super late update 😦 blog aku sepi banget ya, udah hampir 3 bulan ga pernah nulis lagi. Kalo kemaren sih karena sibuk kerja (berhubung ngajuin cuti 2x, jadi dikasi kerjaan seabrek-abrek), ngurusin nikahan (ini ga sibuk-sibuk amat sih) dan sekarang sibuk online shopping buat perabotan rumah.

Di tulisan kali ini, aku mau ngasih big announcement bahwa : I AM OFFICIALLY OFF THE MARKET!!!  Yes, 23 Juli 2016 akhirnya aku resmi menikah dengan Satrio, setelah hampir 7 tahun barengan dari zaman MaBa (Mahasiswa Baru) di Unpad tahun 2009. Masih ga nyangka loh, kalo aku udah NIKAH, iya udah NIKAH, jadi ISTRI orang, wk 🙂

Nah, berhubung di postingan sebelumnya aku udah cerita mengenai persiapan pernikahan, sekarang aku mau ulas sedikit mengenai pernikahanku dan vendor yang aku pakai. Over all, acara berlangsung sukses, biarpun sempet bikin sport jantung tapi Alhamdulillah aku puas dan happy banget.

1469575148099
SAH!!!

My wedding vendor :

  • Venue : Gedung Makkatul Mukarrohmah, Asrama Haji, Tabing, Padang
  • Catering : AA Catering
  • Pelaminan dan dekorasi : AA Pelaminan
  • Bride’s akad attire : Gaya Busana, Pasar Sunan Giri, Jakarta Timur
  • MUA : @adithtrithama (find him on IG)
  • Fotografer : Tim 2 @cas.photography  (find them also on IG)
  • Wedding attire : AA Pelaminan
  • Photo booth : @dallas_decoration (still on IG)
  • Hias seserahan : @krisyabloem.seserahan (lagi-lagi di IG)
  • Souvenir : @kosansouvenir (masih di IG)
  • Undangan : Pekalongan Printing, Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan
  • Wedding ring : Toko Mas Kaliem, Blok M Square, Jakarta Selatan
1469575126025
Akad Nikah Make Up by Adith.

Two thumbs up banget untuk pelayanan dari AA Pelaminan dan AA Catering, aku bener-bener puas, meskipun tetap masih ada sedikit ‘kesalahan’, but it didn’t matter at all. Dekorasi dan pelaminan simpel tapi elegan (aku belum punya fotonya), ga ada sampah dan piring kotor berserakan (pelayannya super cekatan), dan baju adat minangnya dong, banyak yang muji saking bagusnya.

1469845529707
Pardon our pose, lelah 5 jam di pelaminan.

Dan untuk CAS Photography, aku juga puas sama pelayanan dan beberapa hasil yang udah dikasi ke aku. FYI, proses pengerjaannya sampe 2 bulan. Thankyou bang Hatta dan bang Heldi 🙂

1469375911104
Favorite 🙂

Sekian dulu nulisnya, doakan kami menjadi keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rohmah, dikarunia anak-anak sholeh dan sholehah. Aaaaaminnn.

See you on next post 🙂

PS : Sorry for the photos low quality 😦

Finally, we tied the knot!

365 days :(

16 April 2016, 1 tahun kepergian mamaku ke haribaan Tuhan. Sampai hari ini pun, aku masih merasa sangat sedih dan kehilangan. Ikhlas ga? Tentu aku ikhlas, mengingat penderitaan beliau karena sakit kanker payudara stadium akhir, sudah diderita bertahun-tahun, pasti kematian ini adalah takdir yang baik. Sungguh egois jika aku menginginkan beliau tetap hidup dengan kondisi seperti itu, tubuh kurus, hanya bisa tergolek di tempat tidur, berbicara pun sudah tidak bisa, karena kanker itu sudah menyebar ke hampir seluruh tubuhnya. Memang kembali ke Tuhan adalah jalan yang paling benar. Karena Tuhan sayang, dan kami pun begitu.

Entah tahun berapa mama divonis kanker payudara, aku sudah tidak ingat. Beliau juga tidak pernah menceritakan secara gamblang tentang sakitnya. Yang jelas, aku pernah menemaninya berobat ke Malaysia, dan aku juga pulang ke Padang untuk menemaninya operasi pengangkatan sel kanker dan payudara di tahun 2012. Tepat beberapa bulan menjelang pernikahan abangku yang pertama.

Setelah operasi pengangkatan, beliau semakin sehat. Beliau sering mengunjungiku ke Jatinangor, bahkan datang ke wisudaku. Alhamdulillah, mama juga umroh, bertamu ke rumah Allah, meskipun tidak sempat berangkat haji karena baru dijadwalkan tahun 2017. Beliau juga sempat melanglang buana ke India dan Singapura. Like it’s gonna be the last time.

Sampai akhirnya, beberapa bulan menjelang pernikahan kakakku yang kedua, mama jatuh hingga harus dibawa ke rumah sakit. Setelah dirontgen, ternyata tulangnya patah karena sel kankernya aktif lagi dan sudah menyebar ke tulang. Sejak saat itu, mama sudah ga bisa ngapa-ngapain lagi. Bahkan untuk duduk, sakit luar biasa. Beliau cuma bisa berbaring, selama 1 tahun. Yeah, for a year! Dan di bulan April 2015, menjelang ulang tahun ke 53, dan menjelang kelahiran cucu ketiga dari kakakku yang sangat dinantikannya, beliau dipanggil Tuhan. Iya, sekali lagi, Tuhan sayang mama.

Kalau diingat lagi, ada banyak cerita antara aku dan mama. Dulu suka sebel dan keki sama mama yang hobi ngomel dan marah-marah, kalau ga ngaji TPA dimarahin, ga belajar ngomel, nyalain TV langsung diteriakin. Tapi setelah aku kuliah, aku mulai menyadari sosok mama adalah yang paling berarti. Kasih sayang mama luar biasa.  Mama sangat suportif, dalam hal apapun. Beliau selalu memperjuangkan yang terbaik untuk keluarganya. Apapun, demi kebaikan anaknya. “Sayang mama, nak. Anak bungsu, induk”, selalu bilang gitu ke aku.

Tidak ada yang sia-sia di dunia ini, semua ada hikmahnya. Bahkan mama sakitpun juga ada hikmah dan pelajaran yang bisa aku ambil. Aku belajar untuk mencintai unconditionally. Selama setahun, aku melihat papa begitu setia mendampingi dan merawat mama. Benar-benar merawat, seperti mengganti diaper, memandikan, hingga membuang (maaf) kotoran mama. Semua dikerjakan papa dengan insyaAllah ikhlas.

Ah, sedih lagi. Waktu yang kuhabiskan bersama mama berkurang sejak merantau. Dulu setiap mau pulang, libur semester, mama selalu nanya, mau dimasakin apa. Sekarang, kalau pulang ke rumah ya palingan beli makan di luar. Rumah suka sepi, ga ada yang riweuh. Kalau rumah kotor, ga ada lagi yang marahin. Sedih sih. Rindu sekali 😦

Aku yakin beliau pergi dengan segala keikhlasan dan tanpa beban. Segala keinginan beliau sudah terkabul (Alhamdulillah), kecuali melihat kelahiran cucu ketiganya dan pernikahanku. Namun aku yakin (insyaAllah), beliau pasti sudah merasa tenang dan bahagia.

Sebenernya aku pengen nulis banyak, tapi baper. Yaudah deh sekian dulu, one thing I know, you are the greatest Mom and also as a person. You’ll always be loved and missed. I love you to the moon and never back, Mama 😦

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

365 days :(

a Month with Dr. Samuel L. Simon, SPKK

Akhirnya aku memutuskan untuk purchase produk Dokmon (panggilan ‘maya’ Dr. Simon). Selain karena track record dari beliau yang cukup baik, keramahan pelayanan (Dokmon mau menjawab setiap pertanyaan di twitter @DrSLSimonSPKK), dan yang paling penting adalah bisa konsultasi online (baca). Iya, aku males banget kalo harus antre di jam kantor buat konsultasi, apalagi kalo pasiennya ampun-ampunan kaya di Dr. Rani Novian.

drsimon
Source : Google Image

Aku order tanggal 23 Februari 2016, dengan rincian :

  • Sabun Muka II : Rp 60.000
  • Krim Anti Komedo : Rp 80.000
  • Lotion Tabir Surya : Rp 80.000
  • Krim Jerawat II Malam : Rp 80.000
  • Base Rp 80.000

Total yang harus aku bayar Rp 399.000 plus ongkos kirim dan administrasi.

IMG_5110
Produk Dokmon

Besoknya, krim Dokmon dateng juga dan langsung cuss pake. Untuk pemakaian, ya standar lah, kalian juga pasti tau. Semua krim dioles tipis, lumayan juga buat irit hehe. Sabun mukanya wangi, dan ketika selesai cumuk, kulit muka berasa halus, cerah, dan bersih. Setelah itu kulit muka bakal agak terasa sedikit kering dan mengelupas di bagian hidung dan jerawat (efek di aku). Krim Anti Komedo berbentuk gel bening, dioles pagi, lanjut Lotion Tabir Surya (krim warna putih). Untuk ritual malam, cumuk, lanjut Krim Jerawat II Malam (tekstur) dan Base yang ditotol pada jerawat. Bakal kerasa cekit-cekit sih di jerawatnya, dan kempesnya cukup lama. Mungkin ini tanda bahwa obatnya Dokmon aman (Aaamiin).

Setiap pake krim Dokmon, aku harap-harap cemas apakah krim ini akan membawa pada kebaikan atau malah sebaliknya. Aku baca di web-nya, pada tahap awal pemakaian memang akan mengeluarkan jerawat-jerawat yang ada lapisan bawah kulit. Di beberapa review juga menyebutkan begitu. Daaaaaan benar saja saudara-saudara, jerawatku keluar semua. Tiap hari nambah mulu, entah karena pengaruh hormonal juga (telat menstruasi 2 hari juga bisa bikin jerawat gedong, said Dr. Rani Novian).

Kepalang stres (ini juga bikin jerawatan!), aku email lagi Dokmon. Nanyain kondisi mukaku kok jadi begitu, plus ngasih foto terbaru. Terus langsung dibales sama beliau sorenya (fast response sisss!!) katanya tetep lanjut pake krim dan ditambah resep oral Doksisiklin 100 mg (1 hari sekali, 10 hari) dan Metilprednisolon 8mg (1 hari sekali, 1 minggu), semua diminum setelah makan. Dan, obat oral itu ga aku tebus di apotek sampai sekarang, hahaha.

Terus sekarang gimana kondisi muka? Masih ada jendol-jendol jerawat, sepertinya baru mateng, serta ada bekas jerawat yang merah banget. Aku bakal tetep lanjut perawatan di Dokmon, at least sampe 3 bulan, untuk melihat ada engganya perubahan. Karena yang paling penting adalah “Man Shabara Zafira”.

 

I’ll update soon, catch you later, xx.

 

a Month with Dr. Samuel L. Simon, SPKK

Wedding Preparation : Pelaminan

Holaaa, I am back! Minggu lalu aku pulang ke Padang untuk persiapan pernikahan. Lumayan dapat 3 hari untuk mencari vendor yang sesuai dengan keinginan, dan pastinya sesuai budget. Sejujurnya, aku ga terlalu suka pesta yang terlalu mewah atau heboh, aku sih lebih milih buat syukuran kecil-kecilan aja. Sayang uangnya kan, mending buat beli rumah. Tapi apa mau dikata, pernikahan kan ga cuma tentang kita doang, tapi juga keluarga.

Di postingan sebelumnya, aku sempet ngebahas singkat tentang  vendor pelaminan yang mungkin bakal aku pake di pernikahanku. Nah, karena kemarin sempet pulang, referensi vendor pelaminan jadi nambah, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Tinggal disesuaikan saja sama konsep yang kita inginkan, serta budget-nya. Karena vendor pelaminan di Padang jarang banget ‘beredar’ di internet, aku bakal bikin review harga vendor yang aku temui, mudah-mudahan bisa jadi pertimbangan dan masukan buat para bride to be yang mau baralek di Padang. Karena percayalah, mengurus pernikahan sendiri itu setressssnya minta ampun!

  1.  The Glory Decoration (@glory_decoration)

Ternyata, vendor ini terpisah dengan Duta Minang, cuma mereka sering kerja sama gitu. Untuk dekorasi pelaminan, mereka cukup ‘kekinian’. Pelaminannya ada yang tradisional minang, ada juga yang modern / internasional. Kita juga bisa pesen pelaminan sesuai dengan yang kita mau. Mereka menawarkan 2 paket :

  • Paket Pelaminan Styrofoam 25 juta
  1. Pelaminan lengkap + dekorasi
  2. Baju adat + make up (bikin baru 1.5 juta, kalo ga pake make up dari sini bisa kurang 500ribu atau bisa dialihkan untuk make up orang lain. MuA @nikesari)
  3. Standing flower
  4. Standing lamp
  5. Lighting
  6. Backdrop photo booth
  7. Galeri foto
  8. Karpet merah
  • Paket Pelaminan Kayu 15 juta, tanpa backdrop photo booth dan galeri foto.

Mereka juga menyediakan tambahan lain, seperti :

  • Baju demang : @ 100ribu
  • Tarian + MC : 8 juta
  • Band : 5 juta
  • Organ tunggal + penyanyi : 2 juta
  • Baju penanti tamu : @100ribu
  • Karpet rose petal 10 meter : 1 juta

Alamat : Jln. Andalas No 18B. CP : 08116677673 (Ryan)

2. CV. Modelman (@cv.modelman)

Aku suka sama pelaminan Minang mereka. Bagus deh, baju adatnya juga lucu-lucu. Kalau kalian liat di instagram, mungkin terlihat standar. Tapi pas kemaren ke kantornya, dekorasi pelaminan mereka bagus dan terlihat ‘mewah’. Untuk harga pun bisa terbilang murah. Mereka menawarkan paket 15 juta untuk pernikahan di gedung, dengan rincian :

  • Pelaminan
  • Baju adat pengantin
  • Baju penanti tamu 4 pcs
  • Baju demang 2 pcs
  • Make up pengantin (bisa dialihkan, tapi ga bisa dikurangi kalo ga mau pake dari mereka)
  • Meja bulat 6 kursi 10 pcs
  • Meja penanti tamu dengan bunga 2 pcs
  • Kursi plastik 100 pcs (bisa diganti jadi sarung kursi kalo kalian dapet kursi dari gedung)
  • Sarung kursi 100 pcs
  • Gapura 4 pcs
  • Karpet 50 meter (tambahan karpet turki 150ribu)
  • Taman 1 meter

Untuk penambahan di luar paket :

  • MC + tari : 7.5 juta
  • Entertainment : 4 juta

Alamat : Jl. Dr. Sutomo, Ujung jembatan Marapalam. CP : 0811668680 (hj. Marni)

 3. AA Pelaminan

Iyaaa, ini juga bagian dari AA Catering. Siapa sih yang ga tau AA Catering di Padang. Selama menggunakan jasa mereka, Alhamdulillah aku dan keluarga belum pernah kecewa. Kemarin, sempet mampir ke sana dan ketemu tante Yanti, buat book-ing catering, terus beliau nawarin pake jasa pelaminan mereka juga. Harga pelaminan di AA mulai dari 8.5 juta – 15 juta (hanya pelaminan). Dalam paket termasuk :

  • Baju pengantin + make up
  • Baju sumandan + make up
  • 4 set baju penanti tamu + make up
  • 2 set baju demang

Penambahan lain :

  • taman : 500ribu
  • MC akad nikah + tarian + bansi : 1.750 ribu
  • MC resepsi + tarian + entertainment : 7.5 juta
  • ice carving : 350ribu

Untuk tambahan lainnya aku masih belum tau, nanti bakal update lagi setelah meeting sama tante Yanti.

4. Lukman Enterprise (@lukmanenterprise)

Kalo yang ini, out of budget haha. Pelaminan dan dekorasi bagus banget, mewah, kece badai, bisa custom. Langganan pejabat di Padang. Minggu lalu, mereka ngedekor pernikahannya anak ketua DPRD Sumbar. Harga tergantung luas dari venue.

So here are my tips untuk memilih vendor pelaminan :

  • Tentukan konsep yang kalian mau, seperti warna, tradisional/modern.
  • Hitung budget, kalo kalian dari keluarga high society, tentu ini ga jadi masalah
  • Tanyakan apa saja benefit yang kamu dapat dari vendor
  • Detail! Kalau kamu banyak keinginan, bicarakan sedetail mungkin dengan vendor, termasuk penambahan biaya. Jangan sampe membengkak pas billing.
  • Dateng ke acara pernikahan yang di-handle oleh vendor tsb.

Mau seperti apapun konsep pernikahan, tradisional atau modern, dekorasi mewah aduhai yang bikin tamu berdecak kagum, the most important thing dari semuanya adalah PROFESSIONALISM. Ga mau dong ketar ketir karena pada lelet masang pelaminan, atau pas hari H, MC telat dateng, vendor bikin gedeg, dan segala macemnya. Jadi, sebelum menentukan untuk menyewa jasa, juga ada baiknya mempertimbangkan track record dari si penyedia jasa.

Catch you later, xx.

 

 

Wedding Preparation : Pelaminan

Getting Married Soon pt. 2

Tanggal pernikahanku bakal dipercepat kurang lebih dua bulan dari yang disepakati sebelumnya. Yup, setelah pertemuan antara bapakku dengan ninik mamak, datuk, dan keluarga besar (alm) ibuku yang lainnya, ternyata hari pernikahanku bertepatan dengan keberangkatan amak (saudara perempuan ibuku) ke tanah suci. Mau ga mau, pernikahanku ya kalo ga diundur ya dimajuin. Karena amak ini lah yang nantinya berperan sebagai pengganti ibuku. Kalo dimundurin, otomatis acara yang di Bandung juga ikut mundur. Dan kalo udah mepet akhir tahun, udah ga mungkin lagi karena alasan bla bla bla. Jadi, jalan tengahnya adalah dimajuin beberapa bulan.

when_to_marry
Source : Science of Relationships

Persiapan pertama yang aku lakukan adalah menghubungi vendor pelaminan. Di postingan lalu aku udah kasi tau vendor mana yang masuk dalam kriteriaku. Akhirnya aku memutuskan untuk pake Duta Minang x Glory Decoration. Memang belum deal sih, baru sebatas nanya doang, cuma dari segi harga dan design pelaminan serta dekorasi, vendor ini udah paling oke.

Duta Minang x Glory Decoration :

  • Pelaminan biasa 15 juta, pelaminan styrofoam 25 juta
  • Untuk kedua harga tersebut sudah termasuk pelaminan dan dekorasi, pergola, standing flower, red carpet, make up, dan baju adat pengantin.
  • Bisa pesan pelaminan baru harga sampe 60 jutaan dan harus tiga bulan sebelumnya
  • Kalau mau bikin baju adat baru, kena charge lagi 1.5 juta
  • Tanpa make up, harga bisa dikurangi lagi.
  • Semua negotiable.

Untuk dress akad nikah, tadinya pengen beli jadi aja. Ribet kan harus jahit dan beli kain, tapi kok ngerasanya ga ada sentuhan personalnya, so minggu lalu aku mulai hunting penjahit. Tempat pertama yang aku kunjungi adalah Blok M Square. Aku cuma nanya ke tiga penjahit aja, karena banyak yang tutup juga.

1378132_655178287836454_1070599852_n
Source : Pinterest
  1. Yuli Mode, Lt. Basement blok E no. 077

Untuk dress yang aku pengen, dipatok 800ribu untuk biaya jahit, serta 350ribu untuk payet leher, dada, dan lengan. Ibunya juga ngasi tau berapa meter kain yang harus dibeli, serta alternatif model lain supaya dressnya makin kelihatan mewah dan cantik. Proses ngerjainnya 3 mingguan. (Ig : @yuli_mode)

  1. Fenny Busana, Lt. Basement blok D no. 059

Biaya jahit 700ribu, plus payet paling mahal 500 ribu. Prosesnya 10 hari saja.

  1. Meisya Busana, Lt. Basement blok E No 69

Harga dan prosesnya sama persis dengan Fenny Busana.

Untuk penjahit di Jakarta, internet menyediakan banyak sekali referensinya. Mulai dari yang murah sampe yang bisa buat jalan-jalan ke Eropa. Aku sendiri masih bingung mau jahit dimana, minggu ini mau nyari lagi di sekitaran Pasar Sunan Giri dan Tanah Abang. Semoga bisa dapet yang sreg di hati dan kantong biar segera capcus jahitssss.

 

Getting Married Soon pt. 2

Finding Dermatologist

Halo, kali ini aku mau cerita tentang pergulatan batinku dalam mencari dokter kulit terbaik yang cocok dengan kulitku. Dulu, kulitku sama sekali ga bermasalah, SAMA SEKALI TIDAK BERMASALAH! Kulitku tipe oily, berjerawat cuma saat menstruasi, dan mulus lus lus lus. Yah namanya juga cewe ya, pasti suka merasa ada yang kurang sama mukanya, pengen kinclong lah, pengen putih lah, pengen ini itu. Sampai suatu ketika aku nyobain over the counter product, permasalahan mulai timbul. Aku mulai jerawatan segede bagong di jidat 😦 Dan itu ga cuma satu dua jerawat aja, tapi banyak dan numpukkkk. Astaga pokoknya engga banget deh, aku sampe stress sendiri kalo ngaca. Dan akhirnya aku memutuskan untuk ke dokter kulit untuk pertama kalinya.

2ba7740e36455d77e2a0ee37c647d54c
Source : Pinterest

Sekitar tahun 2012 atau 2013, aku ke Erha Clinic yang di Cimanuk, Bandung. Aku ditangani sama dr. Indra Haryati, SpKK. Ya biasalah, dikasih krim pagi malam, terus obat minum. Setelah obatnya habis, aku balik lagi ke Erha tapi dengan dokter yang beda, aku pilih untuk konsul dengan dr. Dian Puspitasari, SpKK. Selama dengan beliau, kulit mukaku udah lumayan, aku juga diresepin isotretinoin untuk diminum, dan karena obat ‘dewa’ ini lah penyembuhan mukaku lebih cepat. Tapi obat ini juga memiliki efek samping, dan katanya ga baik untuk orang yang mau hamil. Baca di sini.

Kira-kira udah setahunan lebih pake Erha, kulit mukaku sudah sangat mendingan. Meskipun ga mulus dan super kinclong kaya pasien Erha yang lain. Tapi yang penting masalah jerawatnya udah teratasi. Aku pun akhirnya memutuskan untuk berhenti pake obat-obatan dokter. Aku cuma pake pembersih muka biasa macem Wardah dan ga pake krim macem-macem lagi. Sesekali jerawat gedong muncul, aku langsung ke Erha untuk disuntik. Nyesss, kemudian si jerawat laknat itu kempes dan bye, gone!

Selama beberapa tahun kulitku adem ayem, meskipun meninggalkan bekas bopeng dan beberapa bekas merah, yang penting jerawatnya udah ga gede lagi. Cuma jerawat kecil-kecil yang suka hilang timbul. Nah, naluri kewanitaan yang ingin cantik mulus muncul kembali. Aku mulai coba-coba pake produk klinik kecantikan yang bisa konsul online. Aku baca review dan lihat hasilnya sih bagus ya, bikin aku makin penasaran buat nyoba. Satu bulan nyoba, tapi ga ada hasil. Malah bikin jerawatan tapi ga terlalu parah. Akhirnya ke dokter lagi, tapi di Klinik Kecantikan gitu. Dua bulan pake obatnya, mendingan, lagi-lagi karena diresepin isotretrinoin. Beres dua bulan, bye lagi sama obatnya.

Nah, ini nih the worst part, pertengahan tahun lalu, mukaku amburadul. Engga tau kenapa, kalo dulu bikin stress tiap ngaca, yang ini bikin ga mau ngaca :(( SUPER DUPER PARAH! Ga cuma di jidat, tapi juga pipi kanan, penuh dengan jerawat segede apaan tau. Awalnya aku santai aja, mikirnya juga ntar hilang sendiri. Temen-temen di kantor juga mulai rese, nanyain muka kenapa, tapi aku anggap angin lalu aja. Sampai suatu kejadian, pas lagi jalan di lorong kantor, ada ibu-ibu entah siapa, tiba-tiba ngomong “mbak, mukanya kasian banget, gede-gede gitu, pake bedak dingin deh biar kempes”. TIDAAAAAAAAAAAK, aku paling benci banget dikasihani orang. Mana ini ga kenal lagi, dan DIA KASIAN LIAT MUKA AKU!! Besoknya aku langsung ke dokter kulit.

Setelah googling, galau, bimbang bambang, akhirnya aku memutuskan untuk ke dokter Rani Novian di jalan Radio. Antrenya astagaaaaaa banget. Rame udah kaya pasar ikan. Aku kesana itu sekitar jam 1an, untungnya masih bisa terima pasien, karena lagi bulan puasa, dokternya cuma praktek sampe jam 4. Setelah ngantre sekitar 1 jam, akhirnya aku dapet giliran konsul sama dokter yang katanya lagi heitssss banget itu. Dokter Rani bilang, jerawat gede kaya gini biasanya faktor stress. Hmm, mungkin aku stress karena baru pindah ke Jakarta yang acakadut luar biasa ini. Terus tipe muka kaya aku ini ga boleh pake segala macem yang bentuk krim, cuma boleh pake yang jenis gel. Lalu jerawat gedong disuntik, nyesss nikmat! Karena aku cuma mau beresin jerawat, jadi dokter cuma resepin obat pasaran, Clearasul untuk cumuk, Mediklin untuk totol pagi, Papulex untuk totol malem, serta obat minum antibiotik.

Plusnya suntik jerawat dokter Rani, sehari doang kempes men! Kalo Erha, butuh sampe tiga hari sampe jerawatnya hilang. Setelah lebaran, aku balik lagi ke dokter Rani, untuk konsul kedua. Kondisi mukaku masih banyak jerawat tapi lebih mendingan daripada sebelumnya. Beliau lagi-lagi resepin aku isotret, dan ditambah dengan vitacid (berapa persennya lupa) untuk jerawat kecil-kecil. Kalo di dokter Rani, kita harus tanda tangan perjanjian belum menikah dan tidak sedang promil kalau mau diresepin isotret ini. Resepnya untuk 20 hari, oke lah. Singkat cerita, mukaku kembali normal, masih berjerawat sih, tapi masih dalam batas kewajaran, hehe.

Sekarang aku masih pake obat-obat yang pernah diresepin dokter Rani. Karena obat bebas dan bisa dibeli di apotek. Tapiiiii, karena mau kawin, aku pengen perawatan lagi. Pengen mulus cantik cucok sebelum nikahan, hahaha. Aku penasaran sama dr. Simon sih, itu loh yang famous banget di dunia maya. Temen kuliahku pernah berobat sama dia, katanya sih bagus. Tapi karena temenku ini putus-putus pengobatannya, jadi hasilnya ga maksimal.

Dr. Simon ini bisa konsultasi online juga, kita tinggal kirim foto wajah, dan ceritain masalah dan obat yang pernah dipake. Lalu cuss, beliau bakal kasi resep. Yang penasaran bisa cek. Aku sih udah konsul online sama beliau dan udah diresepin juga. Tapi belum purchase karena sibuk menyiapkan mental untuk mulai perawatan dokter lagi. As you know, kemungkinannya cuma dua, cocok dan berakhir mulus atau breakout dan berakhir nestapa hahaha. Apalagi produknya dokter ini bisa bikin jerawat yang dalem kulit mencuat, nah makanya mental itu nomer satu kudu disiapin dulu.

6adc4ef497b6f628de96d8f456a645b7
Source : Pinterest

So, here are my thoughts tentang perawatan kulit wajah, esp dokter kulit:

  1. Sabar. Kulit cantik nan mulus dan elok ga bisa didapetin dalam waktu semalem. Apalagi yang bermasalah dengan jerawat parah. Kamu harus sabar, it takes time. Yah minimal tiga bulan lah, hasilnya baru akan keliatan.
  2. Setia. Jangan suka gonta ganti dokter, kasian kulitmu. Hanya karena setelah satu bulan ga kelihatan hasil, atau malah makin berjerawat bukan berarti kamu ga cocok sama obatnya. Bisa aja itu bagian dari prosesnya. So, kamu harus make sure ke dokternya setiap tahapan yang akan dilalui dalam perawatannya.
  3. Jangan beli produk ga jelas, atau berakhir dengan penyesalan tiada akhir.
  4. Do not compare with others. Obat itu kan cocok-cocokan. Reaksi ke badan kan juga berbeda. Kalau si A bisa mulus dengan dokter X, belum tentu kamu bisa mendapatkan hasil yang sama.
  5. Berdoa yang banyak dan minta kepada Allah supaya masalah wajahmu bisa segera disembuhkan. Serius loh, temenku pernah ngasih bacaan doa yang intinya minta supaya jerawat bisa kempes.

Sekian. Catch you later, xx.

 

 

 

 

 

 

Finding Dermatologist

Getting Married Soon

Alhamdulillah, akhirnya tanggal untuk menikah sudah ditentukan. Memang masih sekitar 8 months to go, tapi udah mulai ketar-ketir dari sekarang. Apalagi aku tipikal yang memang pay attention to details, semua keperluan sampe yang printilan pun udah kepikiran. Dan ditambah lagi, ini memang momen yang paling aku tunggu banget. 6 tahun pacaran men, kalo nyicil motor mah udah lunas itu!!

Awalnya, aku dan calon merencanakan untuk mengadakan satu kali perhelatan saja, di rumahku, di Padang, tapi setelah pertemuan keluarga kemaren, ternyata pihak laki-laki juga mau ngadain resepsi sendiri di Bandung. Maklum lah, calon suami itu anak pertama, automatically ini pernikahan pertama yang mau diselenggarain sama orang tuanya. Jadilah kita ngikut aja kemauan keluarga, yah namanya juga dibiayain hehe.

I am so excited about this wedding things, aku udah mulai nyari referensi nih, mulai dari konsep sampe vendor.  And I found this on buzzfeed!

enhanced-buzz-10376-1390518251-4
Source : Buzzfeed

It really helps, guys! Further reading, click. Apalagi kalau kita harus mempersiapkan semuanya jarak jauh, aku di Jakarta, sedangkan acara bakal diadain di Padang. Tentu segala macemnya harus dipikirin dari jauh hari.  Thank God, I have sister hahaha. Kakakku willing to help untuk mempersiapkan semua keperluan sampai hari H nanti.

And I also have this one, a wedding journal. Ini sangat berguna untuk nyatet segala hal yang berkaitan dengan pernikahan, mulai dari budget, vendor, venue, ilustrasi inspirasi, sampe to do list. Pokoknya lengkap banget, dan ini juga oke punya buat kalian yang suka lupaan. Begitu nemu inspirasi, bisa langsung dicatet. Oh ya, aku belinya disini.

Jpeg

As I said before, aku udah mulai nyari beberapa vendor. Kalo catering, udah bisa dipastikan pake AA Catering. Ini langganan dari jaman abangku kawinan sampe ke kakakku. Untuk harga affordable, mereka nawarin berbagai macam paket. Untuk rasa juga enak, dan dia suka ngasih bonus.

Untuk pelaminan, aku punya tiga opsi :

  1. Duta Minang x The Glory Decoration. Aku suka banget pelaminan mereka. Mereka punya dekorasi yang hampir mirip sama konsep yang aku mau. Untuk harga, aku belum nanya, tapi semoga aja ga terlalu mahal. (Ig : @duta_minang dan @theglory_decoration)
  2. Lukman Enterprise. They have flower backdrop! (Ig : @lukmanenterprise)
  3. Fede Pesta. Kakakku pernah pake ini. Harganya sekitar 27 jutaan. Find them on bridestory.
6ee8c5c2bcd7bab6178781c7c5fe0821
 Source : The Bride Dept.

Sedangkan untuk gaun akad nikah, aku mau jahit sendiri. Rencananya minggu ini mau hunting tukang jahit yang oke di sekitaran Jakarta. Oke hasil dan oke di kantong, hehe. Terus untuk prewedding photo, aku juga masih nyari yang bagus dan affordable. Udah cek sana sini, mehong shaaaaaay. Aku udah punya konsep fotonya, maunya di studio dengan tema black and white. Karena itu warna favorit aku dan calon, hehe.

Aku juga udah announce ke beberapa sahabat tentang rencana pernikahanku. Too soon? Karena acaranya jauh, dan sahabatku pada di Jakarta dan Bandung, aku harus make sure mereka bisa datang atau ga, karena berkaitan dengan seragam bridesmaids. Sekalian booking jadwal mereka, dan supaya mereka bisa nabung buat beli tiket pp.

Sekian curhat kali ini. I’ll update soon. xx

Getting Married Soon